Beberapa Pertimbangan Memilih Metode Cold Forging

Dilihat: 928

Pabrik memiliki metode cold forging (tempa dingin) dibandingkan hot forging (tempa panas) karena beberapa alasan. Cold forging hanya memerlukan finishing work yang kecil. Kadang-kadang tidak perlu finishing work sama sekali. Hal ini menghemat biaya. Cold forging juga memiliki resiko kecil terkenal kontaminasi dan hasil jadi memiliki permukaan yang lebih baik.

Beberapa manfaat lain dari cold forging:

  -Lebih mudah untuk memasukkan properti langsung

  -Pertukaran yang lebih baik

  -Reproduktivitas yang lebih baik

  -Kontrol dimensi yang lebih baik

  -Menangani tekanan tinggi dan die load tinggi

  -Menghasilkan bagian dengan bentuk jaring atau menyerupai bentuk jaring

Beberapa kekurangan metode ini di antaranya:

  -Permukaan logam harus bersih dan bebas pengelupasan sebelum ditempa

  -Logam kurang elastis

  -Tekanan residual mungkin terjadi

  -Peralatan yang lebih berat dan kuat diperlukan

 

Sumber: Thomasnet.com

Beberapa Pertimbangan Memilih Metode Hot Forging

Dilihat: 1010

Biasanya pabrikan memilih hot forging (tempa panas) untuk membuat bagian-bagian yang memiliki pengaruh yang lebih besar dalam arena teknis. Hot forging direkomendasikan juga untuk pembentukan logam yang memiliki rasio kemudahan dibentuk yang tinggi. Beberapa pertimbangan lainnya untuk memilih metode ini diantaranya:

  1. Untuk produksi bagian-bagian rahasia
  2. Akurasi rendah ke medium
  3. Skala formasi
  4. Tekanan yang rendah atau sedikit pengerasan
  5. Struktur biji yang homogen
  6. Elastisitas yang meningkat
  7. Pengurangan ketidaksesuaian zat kimia

Beberapa kelemahan metode hot forging adalah:

  1. Toleransi yang kurang jitu
  2. Materi bisa melengkung saat proses pendinginan
  3. Struktur biji logam yang bervariasi
  4. Reaksi tertentu mungkin terjadi antara atmosfer di sekeliling logam

 

Sumber: Thomasnet.com

 

Laser Research CO2 Optics Untuk Potong dan Ukir Logam

Dilihat: 1069

Seri mesin CO2 laser optics dioptimalkan untuk memotong dan menggores logam tipis saat membuat filter, strainer dan alat-alat ini. Mesin ini diproduksi oleh Laser Research Optics.

Mesin CO2 Optics itu meliputi lensa yang memiliki coating dengan absorsi total <0,2% sehingga mesin bisa lebih dingin. Selain itu terdapat silicon turning mirror yang memiliki coating DMBR untuk menyediakan reflektivitas 99,6%. Mesin ini dioptimalkan untuk 10,6 microns, didesain untuk memotong lebih tajam saat memotong dan menggores logam tipis.

Mesin ini cocok untuk OEM. Lensa-lensa mesin Laser Research CO2 tersedia off-the-shelf dalam diameter 0,5” hingga 1,5”, ukuran focal lenght dari 1,0” hingga 25” dengan kenaikan 0,5” dan turning mirror berlapis Silicon Silver DMBR dengan diameter 0,75” hingga 3,0”. Ukuran ketebalan 2 hingga 10 mm. Semuanya memeneuhi spesifikasi ISO-10110 untuk elemen optikal.

 

 

Sumber: Thomasnet.com

Hasilkan Permukaan Logam Berkualitas, Gunakan Pemotongan Laser

Dilihat: 1108

Laser cutting atau pemotongan dengan laser menggunakan sinar berkekuatan tinggi untuk memotong material dengan parameter yang dikontrol komputer. Saat laser memandu sinarnya memotong materi, segala sesuatu yang ada dalam jalurnya akan menguap, terbakar atau meleleh. Salah satu manfaat dari teknologi pemotongan laser adalah produk yang dipotong dengan metode ini tidak memerlukan finishing karena proses ini membuat produk akhir dengan permukaan berkualitas tinggi.

Teknologi pemotongan dengan laser memiliki dua format: sistem gantry dan galvanometer. Sistem gantry menempatkan laser tegak lurus dengan materi dan mesin secara fisik mengarahkan sinar di atar permukaan. Gantry merupakan sistem yang lebih lambat dibandingkan galvanometer. Biasanya pabrik menggunakan sistem ini untuk memproduksi prototipe. Sementara sistem galvanometer menggunakan angle bayangan untuk menempatkan sinar laser dan bisa memotong 100 kaki per menit. Sistem ini biasanya digunakan untuk produksi skala penuh. 

 

 

Sumber: Thomasnet.com

Perbedaan Hot Forging vs Cold Forging Pada Logam

Dilihat: 1815

Hot forging dan cold forging adalah dua proses pembentukan logam yang berbeda dengan hasil  yang sama. Forging atau menempa adalah proses merubah bentuk logam menjadi bentuk yang diinginkan menggunakan peralatan tertentu. Perubahan bentuk dicapai menggunakan proses penempaan panas (hot forging), dingin (cold forging) atau bahkan hangat (warm forging). Pada akhirnya, produsen akan melihat sejumlah kriteria sebelum memilih jenis penempaan yang terbaik untuk digunakan pada proses produksi.

Selama hot forging, suhu yang digunakan mencapai titik rekristalisasi logam. Panas yang ekstrim diperlukan untuk menghindari logam mengeras selama proses pembentukan. Untuk mencegah oksidasi dengan logam tertentu, seperti super alloy, jenis hot forging yang disebut isothermal forging adalah pilihan yang baik. Pada isothermal forging, pembentukan logam muncul di dalam atmosfer yang sangat terkontrol, serupa dengan vakum.

Cold forging membentuk logam saat logam berada di bawah titik rekristalisasi. Cold forging biasanya digunakan saat logam yang diolah adalah logam lunak seperti alumunium. Proses ini biasanya lebih murah dibandingkan hot forging dan produk akhirnya memerlukan finishing yang sedikit atau malah tidak perlu finishing sama sekali.

 

 

Sumber: Thomasnet.com

Jenis Teknik Metal Finishing (bagian 2)

Dilihat: 1260

Seperti yang ditulis sebelumnya, ada delapan teknik metal finishing yang ada. Sebelumnya kita belajar empat teknik metal finishing. Sekarang kita akan belajar empat teknik lainnya.

Metal Vibratory Finishing

Mesin vibratory finishing digunakan untuk memperhalus produk dan menghilangkan pinggiran yang tajam. Mesin ini menaruh materi di dalam sebuah drum dipenuhi dengan pelet amplas dan sebuah substrate, lalu drum itu digetarkan untuk menciptakan sebuah tekstur acak yang seragam. Kecepatan putaran mesin dan besarnya getaran biasanya berbeda-beda, mengizinkan perawatan yang efektif untuk beragam bagian mulai dari ukuran kecil hingga besar.

Sand Blasting

Mesin sand-blasting biasanya digunakan untuk proyek yang perlu tekstur matte yang seragam. Proses (yang juga dikenal beadblasting) memaksa pasir,  produk baja, pelet logam atau amplas lainnya ke dalam sebuah substrate dalam kecepatan tinggi. Hasilnya adalah tekstur produk yang halus, dan bersih khususnya pada logam halus.

Powder Coating

Powder coating mirip dengan proses pengecatan yang dilakukan pada barang jadi, tapi dengan keawetan yang lebih baik. Prosesnya melibatkan butiran plastik kering ke dalam logam untuk memproduksi lapisan bertekstur matte atau lapisan yang berkilauan. Sebuah mesin powder-coating bertekstur juga sangat efektif untuk menghilangkan cacat permukaan.

Hot Blackening

Mesin hot blackening menyebarkan lapisan tipis oksida hitam ke dalam permukaan sebuah produk untuk menciptakan hasil akhir hitam matte dengan resistensi berabrasi tinggi. Proses bersuhu tinggi itu dilakukan dengan memasukkan sebuah produk ke dalam serangkaian tank mengandung pembersih, kaustik, dan pendingin. Hot blackening biasanya digunakan untuk produksi bagian otomotif, senjata api dan peralatan sejenisnya.

 

 

Sumber: Thomasnet.com

Anda disini: Home Media Publik Sains dan Edukasi
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna