Michelin Tawarkan Konsep Ban 3D Print Tanpa Udara

Dilihat: 1181

Selain memamerkan pola baru setiap tahunnya, Anda mungkin berpikir jika kebanyakan pabrik jarang menawarkan konsep ban mobil yang baru. Tapi kemajuan dalam hal teknik produksi, material dan sensor membuka peluang baru. Misalnya produsen Michelin menjelajahi potensi ini dengan konsep ban Vision. Konsep ban ini adalah ban mobil yang dicetak dengan mesin printer 3D, tanpa udara, dilengkapi dengan sensor, bisa didaur ulang, dan bukan hanya ban tapi sebuah ban dan roda menjadi satu.

Konsep ini diperkenalkan dalam simposium tantangan mobilitas perkotaan yang digelar di Montreal, Kanada. Ban dalam visi Michelin ini dicetak dengan teknologi cetak 3D. Hal ini memampukan arsitektur interior tanpa udara yang meniru struktur alveolar. Struktur ini padat di tengah tapi fleksibel di bagian luar. Hal ini membuat ban menjadi kebal terhadap kemungkinan meletus atau bocor.

Inti dari ban itu berfungsi juga sebagai roda dan bisa digunakan kembali. Bahannya akan dibuat dari materi organik yang bisa didaur ulang. Teknologi cetak 3D mengizinkan bagian karet di bagian luar ban dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan spesifik pengendara. Walaupun demikian jumlah karet yang digunakan untuk ban ini diusahakan tetap minimal. Ketebalan ban bisa ditambah bila sudah menipis. Atau diubah saat pengemudi menuju kondisi jalan berbeda.

Walaupun bagian luar ban ini masih terbuat dari karet, Michelin memiliki visi jika suatu hari materi seperti jerami atau kayu bisa dipakai untuk membuat butadiene. Butadiene adalah bahan kunci membuat karet sintetis saat ini.

Kondisi ban juga akan bisa dimonitor secara real time menggunakan sensor yang dipasang pada ban. Pengguna akan menerima informasi tentang kondisi ban. Dengan aplikasi yang disediakan, pengguna bisa membuat janji temu untuk mengubah pola ban untuk digunakan dalam kondisi khusus, bila dipakai untuk main ski.

Michelin tidak mengungkapkan kapan inovasi ini bisa diwujudkan. Tapi Mostapha El-Oulhani, desainer yang mengepalai proyek ini berjanji jika konsep ban ini di dalam jangkauan.

“Melihat bagaimana kami mengembangkannya, konsep ban Vision adalah  bagaimana kami memamerkan keahlian kami sekaligus janji akan masa depan. Kami ingin Vision realistis karena tidak ada arti mendesain obyek atau layanan yang kita tahu tidak realistis,” katanya.

 

 

Sumber: Michelinmedia.com

SG 160 Skygrind, Mesin Gigi Dengan Dry Grinding Pertama di Dunia

Dilihat: 1336

Mesin SG 160 Skygrind buatan Samputensili adalah mesin gigi roda pertama di dunia dengan dry grinding. Proses ini menghilangkan perlunya minyak pendingin selama hard finish grinding pada gigi setelah pemanasan mesin.

Hampir 90 persen stock allowance dihilangkan pada lintasan pertama menggunakan teknik hobbing. Dan pada lintasan kedua, roda grinding menghilangkan sisa stock tanpa masalah panas berlebih pada mesin. Inilah manfaat dari proses dry grinding.

Struktur mesin dengan dua poros digerakkan oleh motor-motor linear dan penggunaan lebih banyak channel secara simultan untuk memastikan waktu chip-to-chip kurang dari dua detik. SG 160 membagi X-axis menjadi dua liner slide, masing-masing memiliki poros. Kedua poros berada dalam posisi kontrol penuh setiap waktu. SG 160 Skygrind memastikan waktu siklus memiliki biaya komparasi rendah dibandingkan dengan cara produksi biasa dalam industri otomotif.

 Menurut Samputensili, SG 160 Skygrind bahkan lebih cepat dibandingkan mesin grinding dual table tradisional, memiliki footprint yang kecil dan biaya peralatan auxiliary yang lebih rendah. Bagian yang paling penting adalah mesin ini menghilangkan fungsi mesin pemotong, sehingga mesin ini ramah lingkungan.

 

Sumber: Gear Technology.

Pameran Mesin Pembuat Roda Gigi Digelar Oktober 2017 di Amerika

Dilihat: 985

Selama tiga hari yaitu dari tanggal 24 hingga 26 Oktober 2017, Asosiasi Produsen Mesin Roda Gigi di Amerika Serikat (AS) akan mengadakan pameran di Columbus, Ohio, AS. Pameran itu diikuti oleh para ahli dari berbagai teknologi drive mulai dari desain, produksi, teknik aplikasi. Selain itu juga ada pembeli roda gigi, dan jaringan produsen mesin pembuat roda gigi.

Pameran Gear Expo ini rupanya sudah digelar selama enam tahun terakhir ini. Pada tahun ketujuh ini, lebih banyak produsen dan peserta pameran yang hadir untuk membangun kerja sama dan menjelajahi teknologi terbaru di pasar.

Selama ini dari dua dekade, profesional di bidang tenaga transmisi termasuk CEO, pemilik, presiden, teknisi, marketing dan tenaga penjualan, konsultan serta petinggi lainnya datang ke pameran Gear Expo itu. Mereka ingin belajar informasi terbaru terkait industri ini dan melihat langsung teknologi, produk dan layanan yang menolong mereka memperluas dan memperbaiki bisnis mereka.

 

Sumber: GearExpo.

Gear Grinding dan Masa Depan Industri Otomotif

Dilihat: 1115

Dalam industri otomotif, seperti halnya dalam industri lainnya, gear grinding merupakan landasan dari proses produksi roda gigi. Menurut Walter Graf, marketing manager dari Reishauer, pentingnya teknik gear grinding akan terus bertumbuh, khususnya dengan naiknya industri mobil listrik.

Memang mobil listrik tidak akan mengambil alih pasar dalam waktu dekat, tapi mereka diperkirakan akan terus bertumbuh dalam popularitas. Dan saat hal itu terjadi, penting bagi industri roda gigi untuk siap memenuhi permintaan baru.

Menurut Walter, perhatian utama untuk mobil listrik adalah suara roda gigi. Saat mesin berbasis bensin dihilangkan dari sebuah mobil listrik, salah satu suara paling keras yang tersisa berasal dari roda giginya.  Walter percaya mengurangi suara roda gigi akan menjadi satu-satunya perhatian yang dimiliki pabrik otomotif di masa mendatang. Selain itu menemukan teknik gear grinding yang baru bisa menyediakan solusi untuk permintaan ini.

 

 

Sumber: GearTechnology.com

Robot Ini Dirancang Khusus Untuk Pasang Pipa di Bawah Tanah

Dilihat: 1096

Memasang benda-benda seperti pipa air atau gas bawah tanah atau kabel telekomunikasi bawah tanah merupakan hal yang merepotkan. Biasanya, para pekerja harus menggali parit terlebih dulu, sepanjang pipa atau kabel yang ingin dipasang. Setelah pemasangan selesai, maka parit itu akan ditimbun lagi dengan tanah. Tentunya akan lebih mudah jika pipa atau kabel bisa langsung dipasang ke dalam tanah tanpa perlu menggali parit. Proses seperti ini akan lebih praktis dan menghemat waktu dan energi terutama di lingkungan perkotaan. Itulah tujuan diciptakannya robot BADGER.

Robot BADGER (roBot for Autonomous unDerGround trenchless opERations, mapping and navigation) memiliki bentuk mirip cacing tanah. Robot ini terdiri dari beberapa bagian yang digabung menjadi satu.

Di bagian depan terdapat kepala bor, yang akan menggunakan ultrasound untuk membantu memecah materi yang dibor di dalam tanah. Gerakan robot ini akan mirip dengan gerakan cacing yang masuk menembus tanah.

Di belakang kepala bor itu akan terdapat printer 3D. Printer ini akan melapisi terowongan yang dibentuk oleh kepala bor dengan lapisan tertentu. Lapisan ini akan mengeras dan menjadi pipa yang ingin dimasukkan atau dipasang di bawah tanah.

Di belakang printer 3D ini terdapat kabel data dan listrik. Kabel itu juga berfungsi sebagai alat kontrol di permukaan. Operator di permukaan tanah bisa memonitor perkembangan robot dan bisa mengambil alih secara manual jika diperlukan. Setelah kabel itu, terdapat tambahan tabung di bagian belakang untuk mengeluarkan tanah yang dibor ke permukaan.

BADGER juga akan dilengkapi dengan unit pengukuran inersial, sebuah gabungan dari accelerometer, gyroscope dan magnetometer. Unit ini digunakan untuk mengetahui lokasi robot di dalam tanah. Dengan demikian, robot ini bisa tetap di dalam jalur. Robot juga dilengkapi radar untuk mendeteksi dan menghindari rintangan-rintangan di dalam tanah seperti batu besar yang menghadang.

Proyek tiga tahun ini dipimpin oleh tim peneliti dari Universidad Carlos III de Madrid, Spanyol dan melibatkan para peneliti dari Jerman, Yunani, Italia dan the UK. Semoga saja robot seperti ini segera bisa digunakan dalam pembangunan.

 

 

Sumber: badger-robotics.eu

 

Manfaat Menggunakan Robot Mengelas Dibandingkan Las Manual

Dilihat: 1410

Robot las sekarang ini sudah banyak dikembangkan dan dipakai di berbagai perusahaan. Ada beberapa keuntungan menggunakan robot untukmengelas. Robot las bekerja secara produktif karena mereka bisa bekerja tanpa istirahat atau libur. Robot juga lebih konsisten dan teliti. Berikut ini tiga manfaat utama robot las:

Hemat waktu

Sistem las robotik melakukan pekerjaannya dengan cepat. Robot las melakukan lebih sedikit kesalahan dibandingkan las manual. Tidak seperti manusia, robot tidak memerlukan istirahat, liburan dan lain-lain. Pekerjaan bisa terus berlangsung tanpa gangguan, 24 jam sehari. Hal ini membuat perusahaan lebih produktif.

Hemat biaya

Biaya las manual bisa menjadi mahal. Hal ini karena pengelasan memerlukan waktu, keterampilan dan konsentrasi. Selain itu pekerjaan ini juga berbahaya. Mengelas merupakan pekerjaan yang berbahaya. Kilatan cahaya, percikan cahaya, asap dan panas membuat pengelasan manual menjadi pekerjaan yang menguras energi dan berbahaya. Robot las bisa menghemat biaya dan melindungi pekerjaan terutama untuk bagian-bagian pengelasan yang beresiko tinggi.

Hemat materi

Pengelas yang paling terampil juga bisa membuat kesalahan. Akan tetapi, robot las baik yang baru dan lama, semuanya bisa diatur termasuk penggunaan energi dan listrik. Robot las menghemat energi karena melakukan pekerjaan secara konsisten. Keakuratan dan kekonsistenan robot ini berarti materi pengelasan dan waktu dihemat. Tetapi kualitas atau hasil pengelasan tetap bagus.

 

 

Sumber: Robots.com

Anda disini: Home Media Publik Sains dan Edukasi
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna